Doa-doa dari Al-Quran
Al-Quran mengabadikan doa-doa para nabi dan orang-orang saleh — kata-kata untuk diucapkan dalam kebutuhan, syukur, ketakutan, dan harapan. Baca setiap doa dalam bahasa Arab dengan terjemahan dan buka di pembaca.
Kebaikan di dunia ini dan akhirat
Al-Baqara 2:201وَمِنْهُم مَّن يَقُولُ رَبَّنَآ ءَاتِنَا فِى ٱلدُّنْيَا حَسَنَةًۭ وَفِى ٱلْءَاخِرَةِ حَسَنَةًۭ وَقِنَا عَذَابَ ٱلنَّارِ
Sebagian manusia ada yang diberi petunjuk oleh Allah sehingga, dengan sepenuh hati, mereka memohon kebaikan dunia dan akhirat serta memohon kepada Allah agar dijauhi siksa api neraka.
Seorang mukmin memohon kepada Allah kebaikan di kedua kehidupan dan perlindungan dari api neraka — doa singkat untuk keseimbangan antara kesejahteraan duniawi dan keselamatan.
Buka di pembacaJanganlah Engkau palingkan hati kami
Aal-i-Imraan 3:8رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِن لَّدُنكَ رَحْمَةً ۚ إِنَّكَ أَنتَ ٱلْوَهَّابُ
Mereka yang berakal sehat itu selalu berdoa, "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami menyeleweng dari kebenaran setelah Engkau tunjuki kami. Berikanlah kami rahmat dari sisi-Mu berupa kesesuaian dan kemantapan hati. Sesungguhnya hanya Engkaulah pemberi dan penolak."
Setelah petunjuk datang, orang-orang beriman berdoa agar hati mereka tetap teguh dan agar Allah menganugerahkan rahmat langsung dari sisi-Nya — Sang Pembimbing hati.
Buka di pembacaAmpunilah kami dan lindungilah kami dari api neraka
Aal-i-Imraan 3:16ٱلَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَآ إِنَّنَآ ءَامَنَّا فَٱغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَقِنَا عَذَابَ ٱلنَّارِ
Balasan ini akan diterima orang-orang yang hatinya penuh dengan keimanan, yang tampak dari ucapan mereka, "Ya Tuhan kami, kami sungguh benar-benar beriman memenuhi panggilan-Mu. Maka ampunilah dosa-dosa kami dan lindungilah kami dari siksa neraka."
Mereka yang mengingat Allah dalam kesulitan dan kemudahan memohon ampunan atas dosa-dosa yang telah mereka akui dan mencari perlindungan dari hukuman.
Buka di pembacaYa Tuhanku, tambahkanlah ilmuku
Taa-Haa 20:114فَتَعَٰلَى ٱللَّهُ ٱلْمَلِكُ ٱلْحَقُّ ۗ وَلَا تَعْجَلْ بِٱلْقُرْءَانِ مِن قَبْلِ أَن يُقْضَىٰٓ إِلَيْكَ وَحْيُهُۥ ۖ وَقُل رَّبِّ زِدْنِى عِلْمًۭا
Allah berada di atas segala prasangka, Mahasuci dari sifat serupa dengan makhluk-Nya, Maharaja yang dibutuhkan oleh para penguasa dan rakyat jelata. Ketuhanan dan keagungan-Nya mahabenar. Jangan tergesa-gesa, Muhammad, membaca al-Qur'ân sebelum malaikat menyampaikannya dengan sempurna kepadamu. Katakan, "Ya Tuhan, tambahlah ilmuku melalui al-Qur'ân dan pemahaman maknanya."
Setelah diajarkan apa yang tidak dia ketahui, tanggapan seorang mukmin adalah meminta lebih — sebuah doa satu baris yang sering dibaca sebelum belajar atau merenung.
Buka di pembacaLapangkanlah dadaku
Taa-Haa 20:25قَالَ رَبِّ ٱشْرَحْ لِى صَدْرِى
Lalu, Mûsâ memohon kepada Tuhan agar diberi kelapangan hati, sehingga hilang amarahnya dan dapat menyampaikan risalah Tuhannya.
Musa (semoga kedamaian menyertai beliau) memohon kepada Allah untuk melapangkan dadanya dan memudahkan urusannya sebelum berbicara kepada Firaun — doa untuk keberanian dan kejelasan di bawah tekanan.
Buka di pembacaAnugerahkan kepada kami penyejuk mata
Al-Furqaan 25:74وَٱلَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَٰجِنَا وَذُرِّيَّٰتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍۢ وَٱجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
Kesebelas, mereka selalu memohon kepada Tuhan agar istri-istri dan anak-anak mereka dijadikan sebagai penyenang hati karena kebaikan yang mereka lakukan. Mereka juga berdoa agar dijadikan sebagai pemimpin dalam kebaikan yang diikuti oleh orang-orang yang saleh.
Orang-orang saleh memohon pasangan dan anak-anak yang membawa kebahagiaan dan agar keluarga menjadi teladan bagi orang lain — doa untuk rumah tangga yang berakar pada iman.
Buka di pembacaMampukan aku untuk bersyukur atas nikmat-Mu
An-Naml 27:19فَتَبَسَّمَ ضَاحِكًۭا مِّن قَوْلِهَا وَقَالَ رَبِّ أَوْزِعْنِىٓ أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ ٱلَّتِىٓ أَنْعَمْتَ عَلَىَّ وَعَلَىٰ وَٰلِدَىَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَٰلِحًۭا تَرْضَىٰهُ وَأَدْخِلْنِى بِرَحْمَتِكَ فِى عِبَادِكَ ٱلصَّٰلِحِينَ
Sulaymân tersenyum lepas mendengar perkataan semut yang sangat memperhatikan kemaslahatan dirinya. Sulaymân yang menyadari karunia Allah pada dirinya berkata, "Ya Tuhanku, berikan aku ilham agar dapat mensyukuri nikmat yang Engkau berikan kepadaku dan kepada orangtuaku. Restuilah diriku untuk mengerjakan kebaikan-kebaikan yang Engkau ridai. Masukkanlah aku--dengan kasih sayang-Mu yang amat luas--ke dalam golongan manusia yang perbuatannya Engkau ridai."
Sulaiman (semoga kedamaian menyertai beliau), setelah melihat nikmat Allah, memohon agar diberi kemampuan untuk bersyukur kepada-Nya dan melakukan amal saleh yang diridai-Nya.
Buka di pembacaTerimalah ini dari kami
Al-Baqara 2:127وَإِذْ يَرْفَعُ إِبْرَٰهِۦمُ ٱلْقَوَاعِدَ مِنَ ٱلْبَيْتِ وَإِسْمَٰعِيلُ رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّآ ۖ إِنَّكَ أَنتَ ٱلسَّمِيعُ ٱلْعَلِيمُ
Ingatlah pula ketika Ibrâhîm dan Ismâ'îl meninggikan dasar-dasar Bayt Allâh seraya memanjatkan doa kepada Allah, "Wahai Tuhan kami, Pencipta kami, sudilah Engkau menerima perbuatan kami yang kami ikhlaskan untuk-Mu. Engkau Maha Mendengar doa kami dan Mahatahu ketulusan niat kami. (1) {(1) Ka'bah atau Bayt Allâh, yang terletak di Mekah, dianggap sebagai tempat suci yang paling kuno. Orang-orang Arab sebelum Islam sejak masa Ibrâhîm telah melakukan ibadah haji di tempat itu. Riwayat-riwayat yang cukup meyakinkan (mutawâtir) menyatakan bahwa yang membangun rumah suci itu adalah Ibrâhîm dan Ismâ'îl. Merekalah yang mula-mula meletakkan pondasi Ka'bah. Ada pula yang mengatakan bahwa bangunan pertama dibangun oleh para malaikat dengan batu-batu surga pada saat Adam turun ke bumi. Bangunan Ka'bah itu tidak berubah sejak masa pembangunannya oleh Ibrâhîm dan Ismâ'îl hingga diperbaiki oleh Qushayy bin Kilâb, kakek kelima Nabi dari bangsa Arab yaitu Muhammad saw. Selanjutnya mengalami perbaikan pada masa-masa Islam. Terakhir, diperbaiki pada tahun 1040 H/1630 M, seperti yang kita lihat saat ini. }
Ibrahim dan Ismail (semoga kedamaian menyertai mereka) berdoa saat mereka membangun fondasi Baitullah — agar Allah menerima amal mereka dan menjaga mereka di antara orang-orang yang berserah diri.
Buka di pembacaCukuplah Allah bagi kami
Aal-i-Imraan 3:173ٱلَّذِينَ قَالَ لَهُمُ ٱلنَّاسُ إِنَّ ٱلنَّاسَ قَدْ جَمَعُوا۟ لَكُمْ فَٱخْشَوْهُمْ فَزَادَهُمْ إِيمَٰنًۭا وَقَالُوا۟ حَسْبُنَا ٱللَّهُ وَنِعْمَ ٱلْوَكِيلُ
Mereka juga orang-orang yang tidak gentar lalu patah semangat ketika ditakut-takuti oleh orang lain dengan mengatakan, "Musuh kalian telah mengumpulkan tentaranya, maka takutlah kepada mereka." Sebaliknya, mereka justru bertambah yakin terhadap pertolongan Allah, dan menjawab, "Allah cukup bagi kami. Dia yang mengatur urusan-urusan kami. Dan Dialah sebaik-baik yang diserahi urusan."
Ketika orang-orang berkata bahwa musuh telah berkumpul melawan mereka, orang-orang beriman menjawab: Cukuplah Allah bagi kami; Dia adalah sebaik-baik Pelindung — sebuah kata sandaran dalam ketakutan.
Buka di pembacaTiada Tuhan selain Engkau
Al-Anbiyaa 21:87وَذَا ٱلنُّونِ إِذ ذَّهَبَ مُغَٰضِبًۭا فَظَنَّ أَن لَّن نَّقْدِرَ عَلَيْهِ فَنَادَىٰ فِى ٱلظُّلُمَٰتِ أَن لَّآ إِلَٰهَ إِلَّآ أَنتَ سُبْحَٰنَكَ إِنِّى كُنتُ مِنَ ٱلظَّٰلِمِينَ
Sebutkan pula kisah tentang Yûnus, tokoh utama peristiwa ikan paus. Suatu ketika ia merasa sesak dada karena kaumnya berpaling dari seruan yang ia sampaikan, hingga menyebabkannya marah dan pergi meninggalkan mereka. Dia menyangka bahwa Allah memperkenankan untuk melakukan hal itu dan tidak akan menghukumnya. Kemudian ia pun ditelan ikan paus dan hidup di dalam perutnya dalam kegelapan laut. Hingga, ketika ia mengakui kesalahan-kesalahan yang telah dilakukan, ia pun memanjatkan doa kepada Allah seraya berkata, "Wahai Tuhanku, tidak ada sembahan yang sebenarnya kecuali Engkau. Aku menyucikan-Mu dari sesuatu yang tidak pantas bagi diri-Mu. Aku mengaku telah menganiaya diriku dengan melakukan hal-hal yang tidak membuat-Mu berkenan."
Yunus (semoga kedamaian menyertai beliau) memohon kepada Allah di tengah kesusahan dengan la ilaha illa Anta — Nabi ﷺ bersabda tidak ada seorang Muslim pun yang memohon kepada Allah dengannya melainkan akan dikabulkan.
Buka di pembacaCurahkanlah kesabaran kepada kami
Al-Baqara 2:250وَلَمَّا بَرَزُوا۟ لِجَالُوتَ وَجُنُودِهِۦ قَالُوا۟ رَبَّنَآ أَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًۭا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَٱنصُرْنَا عَلَى ٱلْقَوْمِ ٱلْكَٰفِرِينَ
Ketika orang-orang Mukmin bersiap-siap memerangi Jâlût dan tentaranya, mereka berdoa kepada Allah agar diberi kesabaran, kekuatan batin, keteguhan hati di medan perang dan kemenangan atas musuh yang kafir.
Ketika menghadapi kekuatan yang lebih unggul, pasukan orang-orang beriman memohon kesabaran yang teguh, pijakan yang kokoh, dan kemenangan — kata-kata untuk siapa pun yang diuji dalam pertempuran atau kesulitan.
Buka di pembacaAku sangat membutuhkan kebaikan apa pun yang Engkau turunkan
Al-Qasas 28:24فَسَقَىٰ لَهُمَا ثُمَّ تَوَلَّىٰٓ إِلَى ٱلظِّلِّ فَقَالَ رَبِّ إِنِّى لِمَآ أَنزَلْتَ إِلَىَّ مِنْ خَيْرٍۢ فَقِيرٌۭ
Mûsâ dengan sukarela membantu kedua wanita untuk mengambil air. Kemudian Mûsâ bersandar pada sebatang pohon untuk melepas lelah. Dengan penuh kerendahan hati, Mûsâ berdoa, "Ya Tuhan, aku sangat membutuhkan rezeki dan kebaikan yang Engkau turunkan kepadaku."
Musa (semoga kedamaian menyertai beliau), sendirian dan asing di Madyan, memohon kepada Allah secara terbuka untuk kebaikan apa pun yang akan Dia turunkan — kata-kata rendah hati di saat membutuhkan.
Buka di pembacaAnugerahkan kepada kami rahmat dari sisi-Mu
Al-Kahf 18:10إِذْ أَوَى ٱلْفِتْيَةُ إِلَى ٱلْكَهْفِ فَقَالُوا۟ رَبَّنَآ ءَاتِنَا مِن لَّدُنكَ رَحْمَةًۭ وَهَيِّئْ لَنَا مِنْ أَمْرِنَا رَشَدًۭا
Ingatlah pada saat para pemuda itu berlari dan berlindung dalam sebuah gua untuk menyelamatkan diri dan kepercayaan mereka dari kesyirikan dan penindasan orang-orang yang menyekutukan Tuhan. Mereka berdoa, "Ya Tuhan kami, berilah kami ampunan dari sisi-Mu. Lindungi kami dari penindasan musuh-musuh, dan mudahkan jalan bagi kami menuju petunjuk dan perkenan-Mu."
Para pemuda yang berlindung di gua berdoa memohon rahmat langsung dari Allah dan petunjuk yang benar dalam urusan mereka — doa bagi mereka yang berpaling dari kebatilan.
Buka di pembacaAnugerahkanlah kepadaku keturunan yang saleh
Aal-i-Imraan 3:38هُنَالِكَ دَعَا زَكَرِيَّا رَبَّهُۥ ۖ قَالَ رَبِّ هَبْ لِى مِن لَّدُنكَ ذُرِّيَّةًۭ طَيِّبَةً ۖ إِنَّكَ سَمِيعُ ٱلدُّعَآءِ
Ketika melihat karunia yang diberikan kepada Maryam, Zakariyyâ menghadapkan diri kepada Allah seraya memohon agar dikaruniai anak, atas karunia dan kekuasaan-Nya. Sungguh Allah mendengar doa orang-orang yang mengakui kelemahannya dan Mahakuasa untuk mengabulkan doanya, walaupun faktor ketuaannya atau kemandulan istrinya tidak memungkinkan hal itu.
Zakariyya (semoga kedamaian menyertainya), melihat kemandulan meskipun telah beribadah dengan sungguh-sungguh, memohon kepada Allah untuk memberinya keturunan yang baik dari sisi-Nya — doa yang mendahului kelahiran Yahya.
Buka di pembacaKami telah menzalimi diri kami sendiri
Al-A'raaf 7:23قَالَا رَبَّنَا ظَلَمْنَآ أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ ٱلْخَٰسِرِينَ
Dengan menyesal dan menunduk, Adam dan istrinya berkata, "Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri dengan melanggar perintah-Mu yang membuat segala nikmat hilang. Jika Engkau tidak ampuni kesalahan kami, dan Engkau tidak kasihi kami dengan karunia-Mu, niscaya kami akan termasuk golongan yang merugi."
Adam dan Hawa (semoga kedamaian menyertai mereka), setelah kesalahan mereka, mengakui kesalahan mereka dan memohon ampunan serta rahmat — teladan untuk bertobat tanpa mencari-cari alasan.
Buka di pembacaJanganlah Engkau membebani kami di luar batas kemampuan kami
Al-Baqara 2:286لَا يُكَلِّفُ ٱللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا ۚ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا ٱكْتَسَبَتْ ۗ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَآ إِن نَّسِينَآ أَوْ أَخْطَأْنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَآ إِصْرًۭا كَمَا حَمَلْتَهُۥ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِۦ ۖ وَٱعْفُ عَنَّا وَٱغْفِرْ لَنَا وَٱرْحَمْنَآ ۚ أَنتَ مَوْلَىٰنَا فَٱنصُرْنَا عَلَى ٱلْقَوْمِ ٱلْكَٰفِرِينَ
Allah tidak membebani hamba-hamba-Nya kecuali dengan sesuatu yang dapat dilaksanakan. Maka, setiap orang yang mukallaf, amalnya akan dibalas: yang baik dengan kebaikan, dan yang jelek dengan kejelekan. Tunduklah kamu sekalian, hai orang-orang Mukmin, dengan berdoa, "Ya Tuhan, jangan hukum kami jika kami lupa dalam melaksanakan perintah-Mu, atau bersalah karena beberapa sebab. Janganlah Engkau beratkan syariat untuk kami seperti Engkau memberatkan orang-orang Yahudi oleh sebab kekerasan dan kelaliman mereka. Dan janganlah Engkau bebankan kepada kami tugas yang tidak mampu kami lakukan. Berilah kami maaf dengan kemuliaan-Mu. Ampunilah kami dengan karunia-Mu. Berikan kami rahmat-Mu yang luas. Engkaulah penolong kami, maka tolonglah kami, ya Tuhan--untuk menegakkan dan menyebarkan agamamu--terhadap kaum yang kafir."
Ayat penutup Al-Baqarah memohon kepada Allah agar tidak menghukum umat karena kelupaan atau kesalahan, tidak membebani mereka seperti umat-umat terdahulu dibebani, dan menganugerahkan ampunan — sebuah doa penutup yang komprehensif.
Buka di pembaca