Empat Qul
Al-Kafirun109:1–6
قُلْ يَٰٓأَيُّهَا ٱلْكَٰفِرُونَ
[[109 ~ AL-KAFIRUN (ORANG-ORANG KAFIR) Pendahuluan: Makkiyyah, 6 ayat ~ Dalam surat ini Allah memerintahkan Rasul-Nya saw. agar mematahkan ketamakan orang-orang kafir yang ingin menyamakan diri dengan Rasulullah dalam menyerukan kebaikan. Rasulullah saw. tetap akan menyembah Allah, tiada Tuhan selailn Dia, dan orang-orang kafir pun tetap menyembah tuhan-tuhan mereka yang tidak memberi mereka kebenaran. Mereka bebas mengikuti agama yang mereka warisi dari nenek moyang mereka, dan Rasulullah pun bebas memeluk agama yang diperkenan Allah untuknya.]] Katakan, wahai Muhammad, "Hai orang-orang kafir yang bersikeras dalam kekafiran,
لَآ أَعْبُدُ مَا تَعْبُدُونَ
aku tidak menyembah apa yang kalian sembah selain Allah.
وَلَآ أَنتُمْ عَٰبِدُونَ مَآ أَعْبُدُ
Kalian pun bukan penyembah apa yang aku sembah, yaitu Allah semata.
وَلَآ أَنَا۠ عَابِدٌۭ مَّا عَبَدتُّمْ
Aku bukan penyembah seperti penyembahan kalian, karena kalian adalah orang-orang musyrik.
وَلَآ أَنتُمْ عَٰبِدُونَ مَآ أَعْبُدُ
Dan kalian juga bukan penyembah seperti penyembahanku yaitu bertauhid.
لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِىَ دِينِ
Bagi kalian agama kalian yang kalian yakini, dan bagiku agamaku yang Allah perkenankan untukku.
Al-Ikhlas112:1–4
قُلْ هُوَ ٱللَّهُ أَحَدٌ
[[112 ~ AL-IKHLASH (MEMURNIKAN KEESAAN ALLAH) Pendahuluan: Makkiyyah, 4 ayat ~ Nabi Muhammad saw. pernah ditanya tentang Tuhannya. Maka, dalam surat ini, beliau diperintah untuk menjawab pertanyaan itu. Yaitu, bahwa Allah adalah Tuhan Yang memiliki segala sifat kesempurnaan, Tuhan Yang Mahaesa, Tuhan tempat kembali dalam setiap kebutuhan, Tuhan Yang tidak membutuhkan kepada siapa pun, Tuhan Yang Mahasuci dari sifat serupa dengan makhluk, Tuhan Yang tidak beranak dan tidak pula diperanakkan, dan Tuhan yang tidak satu makhluk pun dapat menyerupai-Nya.]] Mereka yang, dengan nada mengolok dan menghina, berkata, "Gambarkan kepada kami tentang Tuhanmu," katakan kepada mereka, wahai Muhammad, "Allah adalah Tuhan Yang Esa, bukan selain Dia, dan tidak ada sekutu bagi-Nya.
ٱللَّهُ ٱلصَّمَدُ
Hanya Allahlah tempat tujuan segala kebutuhan dan permintaan.
لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ
Dia tidak menciptakan anak, dan juga tidak dilahirkan dari bapak atau ibu. Tidak ada seorang pun yang setara dengan-Nya dan tidak ada sesuatu pun yang menyerupai-Nya.
وَلَمْ يَكُن لَّهُۥ كُفُوًا أَحَدٌۢ
Dia tidak menciptakan anak, dan juga tidak dilahirkan dari bapak atau ibu. Tidak ada seorang pun yang setara dengan-Nya dan tidak ada sesuatu pun yang menyerupai-Nya.
Al-Falaq113:1–5
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ ٱلْفَلَقِ
[[113 ~ AL-FALAQ (WAKTU SUBUH) Pendahuluan: Makkiyyah, 5 ayat ~ Surat ini memerintahkan Nabi Muhammad saw. untuk kembali pada Tuhannya dan meminta perlindungan dari kejahatan setiap makhluk yang mempunyai kejahatan; dari kejahatan malam ketika mulai gelap, yang membuat jiwa menjadi takut dan tidak mampu untuk mencegahnya; dari segala kejahatan orang yang berusaha untuk melepaskan hubungan setiap manusia; dan dari kejahatan orang yang dengki yang mengharapkan hilangnya nikmat yang diberikan Allah kepada hamba-Nya.]] Katakan, aku berlindung kepada Tuhan (yang menguasai) waktu subuh, dengan hilangnya waktu malam.
مِن شَرِّ مَا خَلَقَ
Dari kejahatan setiap makhluk yang berniat jahat, yang tidak dapat mencegahnya selain Tuhan Sang Maha Penguasa atas segala perkara.
وَمِن شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ
Dari kejahatan malam ketika semakin gelap.
وَمِن شَرِّ ٱلنَّفَّٰثَٰتِ فِى ٱلْعُقَدِ
Dari kejahatan yang berusaha membuat kerusakan diantara manusia.
وَمِن شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ
Dari kejahatan orang yang dengki yang mengharapkan hilangnya nikmat dari orang selain dirinya.
An-Nas114:1–6
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ ٱلنَّاسِ
[[114 ~ AN-NAS (MANUSIA) Pendahuluan: Makkiyyah, 6 ayat ~ Dalam surat ini, Allah memerintahkan Nabi Muhammad saw. untuk kembali dan berlindung kepada-Nya dalam mencegah kejahatan yang besar, yang tidak terlihat oleh kebanyakan manusia. Sebab, kejahatan tersebut datang kepada mereka dari hawa nafsunya sehingga mereka terjerumus dalam apa yang dilarang. Itulah kejahatan bisikan setan yang tersembunyi dari penglihatan mata, atau yang terlihat dan tersembunyi dalam tipu muslihat.]] Katakanlah, aku berlindung kepada Tuhan manusia, dan pengatur segala urusannya.
مَلِكِ ٱلنَّاسِ
Pemilik penuh manusia, baik penguasa atau yang dikuasai.
إِلَٰهِ ٱلنَّاسِ
Tuhan manusia Yang Mahakuasa dalam bertindak kepada mereka
مِن شَرِّ ٱلْوَسْوَاسِ ٱلْخَنَّاسِ
Dari kejahatan pembisik bagi manusia yang menghindar jika kamu meminta pertolongan dari Allah Swt.
ٱلَّذِى يُوَسْوِسُ فِى صُدُورِ ٱلنَّاسِ
Yang membisikkan dengan tersembunyi--dalam dada manusia--sesuatu yang memalingkannya dari jalan kebenaran.
مِنَ ٱلْجِنَّةِ وَٱلنَّاسِ
Yaitu jin dan manusia.
Empat Qul adalah pengelompokan yang dikenal luas dari surah-surah pendek yang diawali dengan Qul: Al-Kafirun, Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas. Tiga Qul di akhir adalah rangkaian yang diajarkan sebelum tidur. Al-Kafirun sering diletakkan di depan mereka, dan halaman ini memutar keempatnya dalam urutan itu.
Bahasa Arab dan terjemahan, diputar berurutan dengan qari pilihan Anda.
Pertanyaan umum
- Apa itu empat Qul?
- Surah Al-Kafirun (109), Al-Ikhlas (112), Al-Falaq (113), dan An-Nas (114). Masing-masing diawali dengan Qul.
- Apakah empat Qul sama dengan tiga Qul?
- Tiga Qul adalah Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas. Empat Qul menambahkan Al-Kafirun di depannya.